Jumat, 21 Desember 2012

PERAN MASYARAKAT DALAM KEBERHASILAN PENGELOLAAN KAWASAN TAMAN MEKAR SARI


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
Pelestarian alam dan lingkungan hidup ini tak terlepas dari peran manusia, sebagai khalifah di muka bumi, sebagaimana yang disebut dalam QS Al-Baqarah: 30 (“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.”…). Arti khalifah di sini adalah: “seseorang yang diberi kedudukan oleh Allah untuk mengelola suatu wilayah, ia berkewajiban untuk menciptakan suatu masyarakat yang hubungannya dengan Allah baik, kehidupan masyarakatnya harmonis, dan agama, akal dan budayanya terpelihara”. Di samping itu, Surat Ar-Rahman, khususnya ayat 1-12, adalah ayat yang luar biasa indah untuk menggambarkan penciptaan alam semesta dan tugas manusia sebagai khalifah. Konservasi adalah upaya yang dilakukan manusia untuk melestarikan atau melindungi alam Di Indonesia, berdasarkan peraturan perundang-undangan, Konservasi [sumber daya alam hayati] adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Cagar alam dan suaka margasatwa merupakan Kawasan Suaka Alam (KSA), sementara taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam merupakan Kawasan Pelestarian Alam (KPA).
        Lingkungan Sebagai Suatu Sistem Suatu sistem terdiri atas komponen-komponen yang bekerja secara teratur sebagai suatu kesatuan. Atau seperangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas. Lingkungan terdiri atas unsur biotik (manusia, hewan, dan tumbuhan) dan abiotik (udara, air, tanah, iklim dan lainnya). Allah SWT berfirman :Hal ini senada dengan pengertian lingkungan hidup, yaitu sistem yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang menentukan perikehidupan serta kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lainnya.Atau bisa juga dikatakan sebagai suatu sistem kehidupan dimana terdapat campur tangan manusia terhadap tatanan ekosistem.
Lingkungan hidup sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan manusia guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Akan tetapi, lingkungan hidup sebagai sumber daya mempunyai regenerasi dan asimilasi yang terbatas. Selama eksploitasi atau penggunaannya di bawah batas daya regenerasi atau asimilasi, maka sumber daya terbaharui dapat digunakan secara lestari. Akan tetapi apabila batas itu dilampaui, sumber daya akan mengalami kerusakan dan fungsinya sebagai faktor produksi dan konsumsi atau sarana pelayanan akan mengalami gangguan.
         Oleh karena itu, pembangunan lingkungan hidup pada hakekatnya untuk pengubahan lingkungan hidup, yakni mengurangi resiko lingkungan dan atau memperbesar manfaat lingkungan. Sehingga manusia mempunyai tanggung jawab untuk memelihara dan memakmurkan Upaya memelihara dan memakmurkan tersebut bertujuan untuk melestarikan daya dukung lingkungan yang dapat menopang secara berkelanjutan pertumbuhan dan perkembangan yang kita usahakan dalam pembangunan. Walaupun lingkungan berubah, kita usahakan agar tetap pada kondisi yang mampu untuk menopang secara terus-menerus pertumbuhan dan perkembangan, sehingga kelangsungan hidup kita dan anak cucu kita dapat terjamin pada tingkat mutu hidup yang makin baik. Konsep pembangunan ini lebih terkenal dengan pembangunan lingkungan berkelanjutan
1.2  Rumusan Masalah
a.       Bagaimana pengenalan umum taman buah mekar sari
b.      Apa latar belakang taman buah mekarsarl
c.       Apa tujuan dan ruang lingkup taman buah mekar sari
d.      Bagai mana keanekaragaman jenis taman mekar sari
e.       Apa saja fasilitas ditaman buah mekar sari
f.       Bagimana Partisipasi masyarakat secara luas dalam melestarikan taman buah mekar sari
1.3  Tujuan
a. Mengetahui pengenalan umum taman buah mekar sari
b. Mengetahui latar belakang taman buah mekarsarl
c. Mengetahui tujuan dan ruang lingkup taman buah mekar sari
d. Mengetahui keanekaragaman jenis taman mekar sari
e. Apa saja fasilitas ditaman buah mekar sari
f.  Mengetahui Partisipasi masyarakat secara luas dalam melestarikan taman buah mekar sari
BAB II
PEMBAHASAN

TAMAN BUAH MEKAR SARI 



A.     PENGENALAN UMUM TAMAN BUAH MEKAR SARI
Taman buah mekar sari merupakan salah satu obyek wisata agro yangmenarik. Pada hakikatnya,  taman buah ini adalah suatu kebun hortikuitura yangterdiri dari kebun buah-buahan, sayur-sayuran, bunga-bungaan serta berbagaitanaman hias dari segala penjuru dunia. Semua jenis tanaman ini ditangani denganteknik budidaya canggih untuk dapat mewujudkan kebun produksi, kebun koleksiserta sebagai sumber plasma nuftah. Tanaman-tanaman ini juga diatur sedemikianrupa sehingga tanaman yang semarga berada dalam satu kelompok, dimana setiaptanaman diberi papan nama sehingga mudah untuk diketahui. Terletak di Kecamatan Cileungsi, KabupatenBogor, meliputi desa Dayuh, mekarsari, Mampir dan Cileungsi Kidul (Gambar 1). Taman buah  ini berdiri diatas tanah seluas + 264 hektar dengan ketinggian f 70meter di atas permukaan laut. Hal ini memungkinkan kita untuk melihatpemandangan alam yang indah dan menarik seperti pegunungan di arah Selatan dansebuah danau seluas +_ 20 hektar di arah Utara. Lingkungan dilokasi tersebut  mekar sari letaknya di luar radius polusi debu dari pabrik semen Cibinongmaupun polusi yang ditimbulkan dari kendaraan bermotor.






B.     LATAR BELAKANG TAMAN BUAH MEKARSARl
 
Pembangunan proyek taman buah mekar sari sebagai obyekagrowisatadi Cileungsi, Bogor, merupakan prakarsa AImarhumah Ibu TienSoeharto selaku Ketua Yayasan Puma Bhakti Pertiwi, yang dilandasi keinginanluhur untuk  
I Meningkatkan harkat dan martabat kaum tani melalui pembangunan industri
yang kuat dengan dukungan pertanian yang tangguh.
2. Mengangkat derajat buah-buahan Indonesia baik di dalam negeri maupun
dimata dunia.
Oleh karena itu, taman buah mekar sari diharapkan dapat menjadi prasarana dasar yang penting tidak saja dalam mendukung pembangunan pertanian, khususnya dalam meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha pertanian serta meningkatkan nilai tambah dan daya saing komoditi pertanian,tetapi juga dalam mendukung pembangunan pariwisata sebagai sektor andalan bagi pertumbuhan ekonomi khususnya dalam meningkatkan perolehan devisanegara.Sebelum menjadi obyek agro wisata, tempat ini dulu merupakan suatuarea1 perkebunan karet serta pemukiman penduduk. Pada tahun 1989 muncul gagasan yang mulia dari Almarhumah Ibu Tien Soeharto untuk membangun sebuah taman  yang dapat menampung seluruh buah-buahan ash Indonesia sehingga dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia maupun tutis-turis asing yang berkunjung ke Indonesia. Gagasan Ibu Tien Soeharto untuk membangunan taman  ini segera diberitahukan kepada Bapak Hedijanto, ketua direksi pelaksanaan pembangunan proyek wisata agro di  Cileungsi, Bogor. Perencanaan proyek ini memakan waktu kurang lebih 3 tahun lamanya, ha1 ini disebabkan oleh proses inventarisasi ataupun survei yang dilakukan secara seksama dan teliti maupun perencanaan yang dilakukan secara cermat dan hati- hati dengan memperhatikan aspek sosial, ekonomi, fisik, teknik, ruang dan waktu. Oleh karena itu, baru pada tahun 1991 dikembangkan dan diusahakan perwujudannya sehingga saat ini dapat berbentuk sebagai taman buah mekar sari atau lebih dikenal sebagai Agrowisata Cileungsi Bogor, yang dalampelaksanaan pembangunannya dibagi dalam empat tahap dimana pembangunan Tahap II sudah diresmikan bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia pada tanggal 14 Oktober 1995. Dalam perancangan taman buah mekar sari ini dipilih pola “Lamtoro Gung” sebagai tema utama karena tanaman tersebut merupakan simbol tanaman yang serbaguna dan sebagai pelestari lingkungan hidup dan pemenuh kebutuhan jasmaniah maupun rohaniah.
Adapun perincian tahapan pembangunan tersebut antara lain adalah:
I. Pembangunan Tahap I dan II (1995 - 1996) yang meliputi:
a) Shelter Kereta Keliling I.
b) Teater.
c) Bursa (Pasar) buah.
d) Bursa (Pasar) Bibit.
e) Kios / Warung Makanan.
f) Kios Cinderamata (Souvenir).
g) Menara Pandang (Viewing Tower).
h) Rumah Makan Situ Sari Kuring.
i) Areal Bermain Anak-Anak.
j) Areal Atraksi dan Rekreasi.
2. Pembangunan Tahap III dan IV (1997 - 1999) yang meliputi:
a) Shelter Kereta Keliling II.
b) Garden Centre.
c)Taman Bermain Anak dan Arena Berfoto.
d) Kebun Sayur Petik dan Kolam Pemancingan.
e) Warung Makan (Food Court).
f) Jogging / Biking Track.
g) Amphitheater / Panggung Terbuka.
h) Fruit Garden.
i) Taman Palem. 
j) Wisata Air.
Pada saat ini, Tahap I dan II telah diselesaikan pembangunannya dan ahun 1997 ini   pembangunan Taman buah mekar sari memasuki Tahap III.



C.    TUJUAN DAN RUANG LINGKUP TAMAN BUAH MEKAR SARI
 
Disamping keberadaan Taman buah mekar sari yang bertujuan sebagai proyek wisata agro Cileungsi Di Bogor serta sebagai penambah devisa baginegara Indonesia, tujuan pengadaan Taman buah mekar sari ini secara umum adalah menciptakan kebun hortikultura dengan teknologi canggih sebagai kebun produksi, kebun percontohan, dan obyek wisata bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara.
Tujuan khusus dari Taman buah mekar sari antara lain : Menciptakan kebun hortikultura yang terdiri dari kebun buah-buahan, sayur- mayur, bunga-bungaan dan tanaman hias yang berfungsi sebagai kebun produksi, koleksi dan sekaligus sebagai sumber plasma nutfah.Memberikan alternatif obyek wisata baru bagi wisatawan asing maupun domestik.Sebagai taman rekreasi hortikultura yang kelak dapat dikembangkan menjadi pusat studi hortikultura terutama bagi tanaman buah-buahan dan sayuran dataran rendah. Menciptakan lapangan kerja baru di lingkungan Kecamatan Cileungsi. Memanfaatkan secara optimum segenap potensi yang dimiliki tanah dengan asas pertimbangan keselarasan lingkungan tetap terjaga. Secara ekonomi diharapkan proyek ini dapat mendatangkan keuntungan. Untuk pencapaian tujuan tersebut, maka Ketua Yayasan Puma Bhakti Pervi, Almarhumah Ibu Tien Soeharto, telah menunjuk PT. Exotica untuk bertanggung jawab atas perencanaan, perancangan dan pelaksanaan pembangunan Taman buah mekar sari ini.
Adapun ruang lingkup daripada Taman buah mekar sari adalah:
1. Pelestarian dan Pengembangan
a. Koleksi Plasma Nuftah Holtikultura
b. Pembibitan Tanaman
c. Pengembangan Tanaman Dalam Pot
d. Penelitian ilmiah dan Terapan
2. Produksi:
a. Bibit buah dan Tanaman Hias
b.Buah Tropis dan Sayuran Indonesia
3. Pelatihan dan Jasa Konsultasi Holtikultura
4. Wisata Agro




 




D.KEANEKARAGAMAN JENIS TAMAN MEKAR SARI
Taman Wisata Mekarsari merupakan tempat pelestarian Flasma Nutfah (keanekaragaman hayati) tumbuhan, khususnya buah-buahan.
Setiap jenis tumbuhan yang dilestarikan di Taman Wisata Mekarsari mempunyai keistimewaan masing-masing untuk menunjang lingkungan hidup, misalnya :
1.Tahan terhadap kondisi kekeringan, contoh : Jambu Mete, Asam Jawa, Mangga, dan lain-lain.
2.Perakaran dalam dan kuat untuk mencegah erosi serta dapat menyimpan air, contoh : Nangka, Cempedak, dan lain-lain.
3.Tajuk yang rimbun penghasil oksigen dan pengatur kelembaban udara, contoh : Menteng, Jambu Mawar, dan lain-lain.
4.Tempat berkembang biak satwa misalnya burung, kupu-kupu, binatang kecil. Contoh : Kersen dan Salam.
5.Penyubur tanah dan Mikroorganisme tanah, contoh : Senggon dan Petai.
  
MEKARSARI memiliki koleksi kurang lebih 44 kelompok buah-buahan dari 362 jenis                        dengan 1.463 varietas tanaman dari berbagai daerah di Indonesia. Semua buah ini tersedia dengan berbagai macam jenis dan asal buah.Selain itu, Mekarsari melakukan penyilangan terhadap berbagai macam jenis buah sehingga menghasilkan buah dengan kualitas yang baik. Misalnya saja nangkadak, hasil penyilangan antara nangka dan cempedak.
Buah-buahan populer seperti buah nanas, durian, melon, rambutan, mangga, manggis, hingga belimbing pasti ada. Jika ingin yang lebih unik dan eksotis terdapat buah-buah langka seperti matoa, sawo kecik, sawo putih, gayam, buah nona, nenas arnis, buah seri (cherry), cengkih, kesemek, kepel, kemang, jambu air king citra, jambu air kampret, nangka bola, nangka tanpa kulit dan banyak lagi.
 Buah Unggulan


 




Taman Wisata Mekarsari saat ini sudah mengkoleksi ribuan tanaman dari beberapa jenis species. Selain buah yang ditanam sesuai dengan aslinya, ada juga tanaman buah yang merupakan hasil kreasi sendiri dari Laboratorium Mekarsari. Beberapa produk yang telah dihasilkan dari laboratorium ini telah berhasil menarik minat pengunjung, bahkan sudah menjadi produk unggulan. Sebut saja seperti nenas arnis, barbados cherry, jambu air irung petruk, jambu air toon klow, jambu air cengkih, nangkadak, cempeka dan pedakka.
Tiga jenis buah yang disebut terakhir adalah hasil persilangan antara cempedak dan nangka. Rasa dan aromanya sangat khas. Manis seperti cempedak namun bentuknya seperti nangka. Saat ini tanaman tersebut sedang dalam pengembangan. Bila tertarik untuk membeli bibitnya, bisa di dapat di Garden Center, tempat yang mengkhususkan menjual aneka bibit tanaman buah.
 E.FASILITAS DITAMAN BUAH MEKAR SARI

a.      Bidang Kegiatan
• Koleksi Tanaman Buah
• Produksi Buah
• Produksi Bibit Buah Bermutu
• Pengembangan Tanaman Buah dalam Pot
• Wisata Kebun Buah
• Jasa Informasi Hortikultura
• Studi Kelayakan Usaha
• Konsultasi
• Pendidikan dan Penyuluhan Hortikultura (Buah-buahan)
• Penelitian Terapan
• Koleksi dan Pengembangan Tanaman Hias Komersial.
·      FamilyGarden,
·      Rekreasi Danau (20 ha),
·      Baby Zoo,
·      Rusa Tutul,
·      GardenCenter,
·      Greenhouse Melon,
·      Outbound,
·      Bunga Bangkai,
·      KidsFunValley,
·      Menara Pandang,
·      Bangunan Air Terjun (Puri Tirto Sari).
b.      Edukasi Anak-Anak



http://www.wisatamelayu.com/id/images/obyek/ob-mar-1-mekarsari-3.jpg 






Sebagai sarana pendidikan, Mekarsari juga menyediakan fasilitas belajar menanam bagi anak-anak. Dalam program ini disediakan pot, media tanam, alat-alat menanam, dan pohon yang akan ditanam kepada setiap anak. Mereka akan diajarkan bagaimana pohon yang ada di kantong tanam plastik (polybag) dipindahkan ke pot. Hasil pekerjaan mereka boleh dibawa pulang. Dalam program pendidikan, di samping wisata petik buah, wisata mainan anak-anak, outbound sampai wisata pendidikan disediakan paket tur menanam, budidaya tanaman, tur berkebun. Bagi orang dewasa juga boleh berpartisipasi.
Bagi pengunjung yang tertarik membeli tanaman hasil budidaya tanaman buah maupun bunga, silahkan membelinya di Garden Center. Di sana tersedia tanaman hias, bibit, media tanam, pupuk, dan juga tanaman buah dalam pot.
Jika waktu sehari masih dirasa kurang, dan terutama untuk pendidikan anak-anak, silahkan menginap di vila yang tersedia. Pagi hari anak-anak bisa mengikuti program bercocok-tanam. Taman Wisata Mekarsari merupakan obyek wisata yang memadukan antara unsur Konservasi, Reboisasi, Edukasi, dan Rekreasi. Sehingga, dengan berekreasi di obyek wisata ini, pengunjung sekaligus juga dapat menikmati indahnya alam sambil menambah wawasan baru. Tak hanya itu, di tempat ini pengunjung juga dapat berbelanja berbagai macam buah segar, menanam tanaman buah, atau hanya sekedar memberi pupuk pada tanaman yang ada. Untuk menikmati obyek wisata Taman Buah Mekarsari ini, pengunjung dapat menyusuri setiap areal perkebunan dengan berjalan santai ataupun menggunakan sarana angkutan kereta mini yang terdapat di taman ini.

F. PARTISIPASI MASYARAKAT SECARA LUAS DALAM MELESTARIKAN TAMAN BUAH MEKAR SARI
Pengelolaan sebuah taman  membutuhkan dukungan dari semua pihak, karena manfaat keberadaan taman nasional tidak hanya dirasakan oleh isi di dalam sebuah taman nasional (satwa lestari, alam terjaga baik, dan sebagainya), namun juga dirasakan oleh semua pihak (potensi wisata, sumber air bersih, bahkan sumber udara bersih). Untuk itu semua pihak harus berpartisipasi dalam mewujudkan kelestarian taman nasioanal.
Perlunya dukungan dan tindak nyata dari pemerintah daerah setempat, seperti penyebarluasan informasi keberadaan dan fungsi taman nasional, pengaturan tata ruang daerah yang turut menyangga dan melindungi kawasan taman nasional, dan sebagainya.
Upaya pengelolaan kawasan konservasi perlu dilakukan agar peran dan fungsi kawasan konservasi sesuai dengan yang diharapkan. Widada, Mulyati, dan Kobayashi (2006) menyatakan bahwa pengelolaan kawasan konservasi adalah serangkaian upaya penataan, perencanaan, perlindungan dan pengamanan, pembinaan habitat dan populasi, pemanfaatan, pemberdayaan dan peningkatan kesadaran masyarakat, peningkatan kapasitas kelembagaan pengelola, koordinasi, dan monitoring dan evaluasi pengelolaan kawasan konservasi.
Partisipasi masyrakat disni mereka bekerja sama  dengan investor dalm bidang teknik yang cangkih untuk meningkatkan hasil pertanian yang mana tujuannya  Meningkatkan konservasi lingkungan, pengembangan dan pengelolaan agrowisata yang obyeknya benar-benar menyatu dengan lingkungan alamnya harus memperhatikan kelestarian lingkungan, jangan sampai pembuatan atau pengembangannya merugikan lingkungan. Nilai-nilai konservasi yang ditekankan pada keseimbangan ekosistem dan peletakan kemampuan daya dukung lingkungan dapat memberikan dorongan bagi setiap orang untuk senantiasa memperhitungkan masa depan dan pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development). Daerah agro wisata diharapkan dapat berguna bagi lingkungan
Agrowisata buah diharapkan memiliki nilai-nilai existence effect yang berguna bagi lingkungan. Kawasan agrowisata dapat mempengaruhi cuaca dan iklim sekitarnya, serta dapat menahan cadangan air. Selain itu, agrowisata juga dapat melestarikan keaslian plasma nutfah tanaman budidaya
Disini masyarakat ingin  Meningkatkan nilai estetika dan keindahan alam  Lingkungan alam yang indah, panorama yang memberikan kenyamanan, dan tertata rapi, akan memberikan nuansa alami yang membuat terpesona orang yang melihatnya. Alam ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa dipadukan dengan kemampuan manusia untuk mengelolanya, menimbulkan nilai estetika yang secara visual dapat diperoleh dari flora, fauna, warna dan arsitektur bangunan yang tersusun dalam satu tata ruang yang serasi dengan alam. Setiap pengembangan agro wisata tentu memiliki nilai- keserasian sendiri dan manfaat, pertimbangan secara mendalam terhadap komponen pendukung seperti bangunan yang dibuat dari beton, hendaknya dapat dijadikan pertimbangan untuk dapat dihindari keberadaannya. Bangunan yang didesain sedemikian rupa, yang dapat menyatu dengan alam, itulah yang diharapkan keberadaannya

Dismaping itu juga  Memberikan nilai rekreasi Wisata tidak dapat dipisahkan keberadaannya sebagai sarana rekreasi. Kegiatan rekreasi di tengah-tengah pertanian yang luas akan memberikan kenikmatan tersendiri. Sebagai tempat rekreasi, pengelola agro wisata dapat mengembangkan fasilitas lainnya yang dapat menunjang kebutuhan para wisatawan seperti, restaurant, bila memungkinkan akomodasi, panggung hiburan, dan yang paling penting adalah tempat penjualan hasil pertanian seperti buah-buahan, bunga, makanan dan lain-lain. Dengan menyediakan fasilitas penunjang, maka keberadaan agro wisata akan senantiasa berorientasi kepada pelayanan terbaik bagi pengunjung, di samping itu sebagai perpaduan kegiatan rekreasi dengan pemanfaatan hasil pertanian, maka dapat dikembangkan nilai ekonomis agro wisata dengan cara menjual hasil pertanian hortikultura kepada pengunjung dengan berbagai cara. Salah satunya adalah mempersilahkan pengunjung untuk memetik buah atau jenis lainnya sendiri, yang kemudian hasil petikannya ditimbang dan pengunjung dapat membelinya, cara memetik buah atau jenis lainnya memiliki nilai rekreatif yang tinggi dan sekaligus memiliki nilai pendidikan bagi para pengunjung.
Meningkatkan kegiatan ilmiah dan pengembangan ilmu pengetahuan Pengembangan agro wisata, tidak saja bertujuan untuk mengembangkan nilai rekreatif, akan tetapi lebih jauh mendorong seseorang atau kelompok menambah ilmu pengetahuan yang bernilai ilmiah kekayaan flora dan fauna dengan berbagai jenisnya, mengundang rasa ingin tahu para pelajar. Keilmuan dalam menambah ilmu pengetahuan agro wisata dengan berbagai bentuknya dapat dijadikan sumber informasi kekayaan alam dan ekosistem di dalamnya.
Peningkatan sarana agro wisata tidak hanya yang bersifat memenuhi kebutuhan pengunjung akan tetapi sebagai sarana pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Pengelola agro wisata, perlu menyediakan fasilitas penelitian baik yang berbentuk kebun-kebun percobaan, yang bersifat laboratorium alam, maupun laboratorium yang bersifat tempat penelitian khusus dari berbagai jenis hortikultura

 Inovasi masyarakat dengan teknik Tambulapot adalah singkatan dari tanaman buah dalam pot, yaitu suatu teknologi budidaya penanaman pohon buah-buahan di dalam pot atau wadah. Di dalam pot faktor pertumbuhan tanamandapat diatur dengan tepat sehingga hasil produksimya juga berkualitas tinggi. Tabulampot merupakan paduan dari sains, seni dan teknologi. Nilai seni tabulampot, yang mempunyai banyak kesamaan denan seni bonsai, terlihat dari keindahan tajuk tanaman ketika sedanng berbuah lebat. Pengunjung yang tertarik akan tabulampot dapat membelinya di ratailyang tersedia, sekaligus diajarkan cara-cara perawakan tanaman buah yang ditanam dalam pot.
Pembibitan Tanaman Buah  Perbanyakan tanaman secara konvensional dilakukan dengan menggunakan bagian vegetatif meliputi cara stek (batang atau daun), rampung akar, tunas anakan, penyambungan, okulasi dan cangkok yang dilakukan sesuai jenis tanamannya, karena setiap jenis tanaman mempunyai karakter perbanyakan yang berbeda. Saat ini untuk memperoleh bibit unggul dan bermutu dapat dilakukan dengan menggunakan bioteknologi yaitu penerapan teknik kultur jaringan. Bahan tanaman, bahan media, alat maupun ruangan, harus dalam keadaan steril. Teknik ini bertujuan untuk memperoleh bibit tanaman berjumlah banyak dalam waktu yang relatif singkat. Dalam kultur jaringan sel-sel akan tumbuh dan berkembang membentuk individu yang sama dengan induknya. Selain untuk memperbanyak bibit dengan cepat, kultur jaringan dapat dimanfaatkan untuk tujuan pemuliaan yang menghasilkan bibit untuk jenis baru. Area pembibitan tanaman buah termasuk dalam area pengetahuan dan pendidikan, dimana area ini digunakan sebagai lahan penelitian pengunjung yang datang dengan maksud mengadakan







BAB III
      KESIMPULANk\


Taman buah mekar sari merupakan salah satu obyek wisata agro yangmenarik. Pada hakikatnya,  taman buah ini adalah suatu kebun hortikuitura yangterdiri dari kebun buah-buahan, sayur-sayuran, bunga-bungaan serta berbagaitanaman hias dari segala penjuru dunia. Semua jenis tanaman ini ditangani denganteknik budidaya canggih untuk dapat mewujudkan kebun produksi, kebun koleksiserta sebagai sumber plasma nuftah.
Pembangunan proyek taman buah mekar sari sebagai obyekagrowisatadi Cileungsi, Bogor, merupakan prakarsa AImarhumah Ibu TienSoeharto selaku Ketua Yayasan Puma Bhakti Pertiwi, yang dilandasi keinginanluhur untuk 
I Meningkatkan harkat dan martabat kaum tani melalui pembangunan industri
yang kuat dengan dukungan pertanian yang tangguh.
2. Mengangkat derajat buah-buahan Indonesia baik di dalam negeri maupun
dimata dunia.
Tujuan khusus dari Taman buah mekar sari antara lain : Menciptakan kebun hortikultura yang terdiri dari kebun buah-buahan, sayur- mayur, bunga-bungaan dan tanaman hias yang berfungsi sebagai kebun produksi, koleksi dan sekaligus sebagai sumber plasma nutfah.Memberikan alternatif obyek wisata baru bagi wisatawan asing maupun domestik.Sebagai taman rekreasi hortikultura yang kelak dapat dikembangkan menjadi pusat studi hortikultura terutama bagi tanaman buah-buahan dan sayuran dataran rendah. Menciptakan lapangan kerja baru di lingkungan Kecamatan Cileungsi. Memanfaatkan secara optimum segenap potensi yang dimiliki tanah dengan asas pertimbangan keselarasan lingkungan tetap terjaga
MEKARSARI memiliki koleksi kurang lebih 44 kelompok buah-buahan dari 362 jeniss dengan 1.463 varietas tanaman dari berbagai daerah di Indonesia. Semua buah ini tersedia dengan berbagai macam jenis dan asal buah.Selain itu, Mekarsari melakukan penyilangan terhadap berbagai macam jenis buah sehingga menghasilkan buah dengan kualitas yang baik. Misalnya saja nangkadak, hasil penyilangan antara nangka dan cempedak.
Buah-buahan populer seperti buah nanas, durian, melon, rambutan, mangga, manggis, hingga belimbing pasti ada. Jika ingin yang lebih unik dan eksotis terdapat buah-buah langka seperti matoa, sawo kecik, sawo putih, gayam, buah nona, nenas arnis, buah seri (cherry), cengkih, kesemek, kepel, kemang, jambu air king citra, jambu air kampret, nangka bola, nangka tanpa kulit dan banyak lagi
Sebagai sarana pendidikan, Mekarsari juga menyediakan fasilitas belajar menanam bagi anak-anak. Dalam program ini disediakan pot, media tanam, alat-alat menanam, dan pohon yang akan ditanam kepada setiap anak. Mereka akan diajarkan bagaimana pohon yang ada di kantong tanam plastik (polybag) dipindahkan ke pot. Hasil pekerjaan mereka boleh dibawa pulang. Dalam program pendidikan, di samping wisata petik buah, wisata mainan anak-anak, outbound sampai wisata pendidikan disediakan paket tur menanam, budidaya tanaman, tur berkebun
Partisipasi masyrakat disni mereka bekerja sama  dengan investor dalm bidang teknik yang cangkih untuk meningkatkan hasil pertanian yang mana tujuannya  Meningkatkan konservasi lingkungan, pengembangan dan pengelolaan agrowisata yang obyeknya benar-benar menyatu dengan lingkungan alamnya harus memperhatikan kelestarian lingkungan, jangan sampai pembuatan atau pengembangannya merugikan lingkungan. Nilai-nilai konservasi yang ditekankan pada keseimbangan ekosistem dan peletakan kemampuan daya dukung lingkungan dapat memberikan dorongan bagi setiap orang untuk senantiasa memperhitungkan masa depan dan pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development). Daerah agro wisata diharapkan dapat berguna bagi lingkungan
















DAFTAR PUSTAKA
Ø  Yusuf Al Qaradlawi, Dr. 1997. Fiqih Peradaban : Sunnah Sebagai Paradigma Ilmu Pengetahuan. Surabaya. Dunia Ilmu. Hal.183
Ø  Abdul Majid bin Aziz Al-Qur'an Zindani (et. Al-Qur'an.). 1997. Mujizat Al-Qur'an dan As-Sunnah Tentang IPTEK. Jakarta. Gema Insani Press. Hal. 194
Ø  Depdikbud. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta. Balai Pustaka. Hal. 849.
Ø  Otto Soemarwoto. 1997. Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Jakarta. Djambatan. Hal. 59.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar